Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Karanganku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Karanganku. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Agustus 2012

Ruang Rindu


Kau mengajakku lagi-lagi
Dalam sebuah renungan panjang bernama penantian
Menanti hari dimana aku dan dirimu telah menjelma menjadi 'kita'
Dalam ruang masa yang menjadi rahasia-Nya

Kau tersenyum lagi-lagi
Dengan tawa candamu kamu menenangkan aku seperti biasa
Mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja
Bahwa dengan doa semuanya akan berakhir indah

Aku mengangguk saja
Tentu saja aku bersedia
Asal kau ada

Aku menurut saja
Tentu saja aku menyanggupinya
Asal kau tak akan kemana-mana

Rabu, 15 Agustus 2012

You

Waktu berjalan entah sudah berapa lama. Tak kusadari cintaku padamu semakin membuncah, semakin bersemi. Aku mencintaimu dengan segenap jiwaku. Sejak dulu, sejak waktu berkenan memperkenalkan kita. 

Hujan. Sekarang hujan. Derasnya sama dengan air mataku yang mengalir. Dirimu menjadi bayangan jauh namun indah di mataku. Aku sedih dengan keadaan yang memburuk ini. Aku kesal dengan jarak yang ada sekarang ini. Aku menyesal dengan segala kekanak-kanakanku yang membuatmu berubah.

Ya, kamu berubah.  Aku tak tahu harus memperbaiki keadaan ini dari mana.

Hujan. Sekarang hujan. Akan sampai kapan hujan ini akan berlangsung?

Kamis, 15 Desember 2011

Merajut Mimpi


Aku sering membicarakanmu bersama Tuhan, menceritakan pada-Nya betapa hatiku berdebar begitu keras jika bertemu denganmu, menangis pada-Nya jika melihatmu bersama seseorang yang lain..

Aku sering menebak sesuatu saat aku berdua dengan-Nya, bertanya pada-Nya benarkah ini semua, kemudian aku tenggelam pada larut air mata berharap memang kaulah yang dipihkan-Nya untukku pada saatnya..

Tapi aku tak tahu kapan waktunya tiba..
DIA memang romantis dan suka memberi kejutan..
Maka disinilah sekarang aku sedang merajut mimpi,
menuju sebuah pintu ibadah yang diridhoi-Nya,
bersamamu nantinya..

Kamis, 13 Oktober 2011

Let it Go

Ada yang berkata
Jika rasa terlanjur terbuka
Bersiap-siaplah untuk terluka
Karena cinta tak selalu bercerita tentang bahagia

Ada pula yang menyeru
Hati-hati dengan rindu
Bisa saja itu khayalan yang menipu
Dan kau pun terhempas begitu jauh

Sekarang jangan kau resah wahai hati
Diam saja disitu, bersembunyi
Tutup celahnya hati-hati
Ingatlah hatimu berada di antara 2 jari Ar-Rahman*
Bila Ia mau akan dilontarkan bayangannya jauh ke dada langit
Atau hilang bersama senja dan merah
Diantara persimpangan jalan yang terbentang

Serahkan semuanya pada Yang Maha Membolak-balikkan hati
Ingat firman-Nya yang hakiki,
"Apa yang disisimu akan lenyap, dan apa yang ada disisi Allah adalah kekal."**


*HR. Muslim
** QS. An-Nahl : 96

Minggu, 04 September 2011

The Ungiven Letter ♥


Teruntuk lelakiku
Siapapun kamu
Dan entah kapan kita bertemu

Aku tahu kita sama-sama tak tahu
Bahwa sebenarnya kita itu satu
Pada ruang masa di masa depan,
yang keberadaannya belum tersentuh

Teruntuk lelakiku, siapapun kamu
Yang belum kutahu dimana sosokmu
Aku ingin menjadi istimewa di hadapan-Nya dan bagimu nantinya
Maka hanya perbaikan diri yang mampu kulakukan jua
Walaupun sungguh tak sempurna kumenjalankannya
Walau sungguh tertatih aku melakukannya

Walau kita sama-sama tak tahu
Semoga saat ini dalam doalah kita terhubung

"Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhan-mu,"
QS. At-Tur : 48

Senin, 29 Agustus 2011

Lagi-lagi Tentang Perbedaan

Dari kedua hari berbeda yang ditetapkan baik oleh Pemerintah atau Ormas Islam tertentu sebagai Idul Fitri, memang salah satu diantaranya pasti ada yang benar. Karena tidak mungkin 1 syawal jatuh pada dua hari berturut-turut.
Tapi siapa yang tahu mana yang benar-benar haq kecuali Allah Yang Maha Tahu?

Yang mampu kita lakukan sebagai manusia yang penuh keterbatasan, adalah berusaha mencari tahu kapan jatuhnya 1 syawal dengan tepat sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an dan Sunnah, yaitu Hisab atau Ru’yah.

Kalau memang hasilnya berbeda, yasudah yakini saja yang menurut kita benar. Dan gak usah mendramatisir perbedaan, karena perbedaan itu rahmat, bukan jadi jurang pemisah bagi sesama umat Islam.

Seandainya memang yang kita yakini itu pun ternyata salah, kembalikan semua pada Allah SWT. Dosa atau tidaknya, Allah SWT yang berhak menilai.

Yakini aja, dalam penetapan 1 syawal oleh Pemerintah dan Ormas Islam tertentu itu, mereka udah melakukannya sebaik mungkin. Jika memang ada khilaf yang terjadi, mengingat begitu terbatasnya kemampuan manusia, sekali lagi kembalikan semua pada Allah SWT.. 


Bukankah Allah SWT berfirman,
“Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf kepadanya,
tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu.
Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

(QS. Al-Ahzab : 5)



*Terinspirasi dari MetroTV

Kamis, 25 Agustus 2011

Diriku yang Tertatih


Kala iman dicabut dengan tiba-tiba
Hingga sirna cahaya dalam hatinya
Yang melenakan ia bersama dunia

Kala hidayah dihujamkan tanpa disangka
Hingga teranglah cahaya dalam hatinya
Yang menuntun ia menuju ridho Sang Kuasa

Sesungguhnya..
Aku adalah seorang lemah,
lagi tiada daya..

Suatu saat..
Aku menikmati tenangnya hatiku
Deras air mataku
Takutku akan murka-Mu
Seluruh cintaku pada-Mu

Suatu saat pula..
Hatiku resah dan terlupa
Tergila-gila akan dunia
Terlena akan segalanya

Kemanakah aku harus memanggil-Mu kembali?
Ketika masih bisu dan tuli saja hati ini
Kemanakah aku harus mencari-Mu kembali?
Ketika masih saja buta hati ini

Jika Kau berpaling padaku, lalu kemana aku harus berlabuh?
Kemana aku harus mengadukan perihal lemahnya imanku?
Kepada siapa lagi aku mampu menggantungkan semua harapanku?

Wahai Yang Maha Membuka Hati, ya Fattaah..
Perkenankanlah Engkau menghidupkan kembali sekeping hatiku yang tersisa..
Menghadirkan kembali secercah iman dalam dada, seperti firman-Mu dalam Al-Qur'an,

"Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan
menjadikan iman itu indah dalam hatimu," QS. AL-Hujurat : 7 

 
Hilangkah sudah cahaya imanku ini
Sungguh diriku tertatih saat ini

Selasa, 23 Agustus 2011

Dulu Sekali, Kukira Memang Aku


Dulu sekali, kukira itu aku
Yang kau sebut cinta dalam hatimu
Dengan mata jernihmu kau menatapku
Aku tahu itu sucinya hatimu
Yang diam membisu di sudut qalbu

Dulu sekali, kukira memang aku
Yang mencintaiku lewat sebaris dua baris kata indahmu
Dengan secercah cahaya tulus yang muncul
Aku tahu rasamu itu untukku
Yang sengaja kau sembunyikan sembari menunggu waktu

Tapi itu dulu sekali
Saat kau memang mendekatiku
Walau diam
Saat kau memang menyapaku
Walau jauh
Kukira itu memang aku

Kau bergerak pergi begitu saja
Mendekati dan menyapa yang lain disana
Tersadar diri bahwa aku bukanlah siapa-siapa

Andai kau dapat mengerti

Sungguh

Dulu sekali, kukira memang aku

Rabu, 17 Agustus 2011

Hati yang Tak Mahu Tunduk

Atas gerak dosa yang kulakukan
Atas prasangka buruk yang aku torehkan
Atas sikapku yang selalu melawan

Kumohon berhentilah

Telah ada peringatan, yang dengan itu kau melihat dengan terang
Telah ada teguran, yang dengan itu kau mampu mendengar dengan gamblang

Masihkah hatimu tetap keras?

Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi,
lalu mereka mempunyai hati, yang dengan itu mereka dapat memahami
atau mempunyai terlinga yang dengan itu mereka dapat mendengar?
Karena sesungguhnya bukanlah mata yang buta,
tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.
QS. Al-Hajj : 46

Rabu, 27 Juli 2011

Curahan Hati

Kulihat dia seorang kawan
Bejilbab lebar bergamis longgar
Akupun melihat apa yang kukenakan
Masih banyak lekuk yang terlihat

Kulihat juga dia seorang sahabat
Yang begitu menjaga pandangannya pada Ikhwan
Hingga miris aku pada lakuku
Ingat mataku jarak tertunduk

Kagum lagi aku pada kawan lainnya
Saat dalam hiruk pikuk keramaian dilantukanlah kalam-Nya
Atau saat ia menyampaikan azzamnya
Bahwa dalam sepekan harus bertambah 2 juz hafalannya

Kembali aku berkaca diri
Sungguh siapalah diriku ini
Apalah yang ada dari diriku ini
Lena di siang hari, taubat di malam hari
Seakan terlupa, bahwa napas tak selamanya abadi

Dalam sudut jiwa, aku terisak sunyi

Senin, 25 Juli 2011

Rahasia Waktu

Rindu telah diam-diam memasuki kalbu
Mengendap pelan sepelan alunan lagu
Mengisi relung hati yang telah lama membeku
Dan aku tahu rasa apa itu yang tengah berseru
Tapi duhai hati, kumohon jangan dulu
Diamlah sebentar disini menunggu waktu
Masih banyak yang harus kusempurnakan dahulu
Masih banyak noda-noda dosa mengisi buku saksiku

Tapi aku hanya manusia biasa
Yang kadang lupa, yang sering alpha
Sehingga terkadang merindu seorang kawan sejati agar bisa melangkah berjuang bersama-sama

Ku membisu dalam rahasia waktu
Entah kapan entah siapa
Tak ada yang tahu
Hanya Allah yang tahu

Minggu, 24 Juli 2011

Lenyapkan Saja

 
Semua sudah jelas
Untuk apa kembali menerka-nerka?
Ingin semakin jatuh nantinya?
Kalau ingin jatuh ya jatuhlah
Teruskan semaumu saja 

 
Namun segalanya sudah terang sayang
Seterang sinar matahari di kala siang  

Jangan paksa hatimu untuk bertahan
Jangan coba-coba mencari celah kembali untuk menggapainya


Sudah sampai disitu saja 

Sebelum rasamu semakin bertambah
Sudah hentikan sekarang juga
Sebelum terang matahari itu membakar hangus hatimu, sehingga tak ada lagi yang tersisa