Kamis, 25 Agustus 2011

Diriku yang Tertatih


Kala iman dicabut dengan tiba-tiba
Hingga sirna cahaya dalam hatinya
Yang melenakan ia bersama dunia

Kala hidayah dihujamkan tanpa disangka
Hingga teranglah cahaya dalam hatinya
Yang menuntun ia menuju ridho Sang Kuasa

Sesungguhnya..
Aku adalah seorang lemah,
lagi tiada daya..

Suatu saat..
Aku menikmati tenangnya hatiku
Deras air mataku
Takutku akan murka-Mu
Seluruh cintaku pada-Mu

Suatu saat pula..
Hatiku resah dan terlupa
Tergila-gila akan dunia
Terlena akan segalanya

Kemanakah aku harus memanggil-Mu kembali?
Ketika masih bisu dan tuli saja hati ini
Kemanakah aku harus mencari-Mu kembali?
Ketika masih saja buta hati ini

Jika Kau berpaling padaku, lalu kemana aku harus berlabuh?
Kemana aku harus mengadukan perihal lemahnya imanku?
Kepada siapa lagi aku mampu menggantungkan semua harapanku?

Wahai Yang Maha Membuka Hati, ya Fattaah..
Perkenankanlah Engkau menghidupkan kembali sekeping hatiku yang tersisa..
Menghadirkan kembali secercah iman dalam dada, seperti firman-Mu dalam Al-Qur'an,

"Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan
menjadikan iman itu indah dalam hatimu," QS. AL-Hujurat : 7 

 
Hilangkah sudah cahaya imanku ini
Sungguh diriku tertatih saat ini

2 komentar:

Resna Tazkiyatunnafs mengatakan...

like this... cocok dengan isi hatiku juga nih puisi...

chelsea vidia sanjaya mengatakan...

oke dah :D

Posting Komentar